Gelar NSS, Ini Beberapa Solusi Ikagi-AGI untuk Industri Gula Tanah Air

Terbit pada Jumat, 13 Desember 2019

Industri gula di tanah air menghadapi era yang semakin menantang. Untuk menghadapinya, para ahli gula yang bergabung dalam Asosiasi Gula Indonesia (AGI) dan Ikatan Ahli Gula Indonesia (IKAGI) merumuskan beberapa solusi yang dibeberkan dalam National Sugar Summit (NSS) 2019 di Ballroom Convex Grand City, 12-13 Desember 2019.

Beberapa rumusan yang dibahas dalam pertemuan dua hari diantaranya penyusunan kembali peta jalan pengembangan industri gula nasional disertai instrumen  pendukungnya yang kondusif, lintas sektoral dan terintegrasi, terutama menyangkut aspek produksi, distribusi, kelembagaan, pendanaan dan hilirisasi.

"Hal lain adalah perlu adanya kemudahan pendanaan dari perbankan, penyediaan teknologi budidaya, penyediaan pupuk dan benih tebu unggul, bantuan bongkar ratoon,  penyuluhan, perbaikan infrastuktur jalan, jembatan dan saluran irigasi untuk mendukung pengembangan tebu rakyat," kata Ketua IKAGI 2019-2022, Dwi Satriyo Annurogo, Kamis (12/12/2019).

Pemerintah sebelumnya menargetkan bisa melakukan peningkatan produksi gula secara bertahap hingga mencapai swasembada. Namun hingga saat ini produksi gula nasional belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

“Tantangan yang dihadapi industri gula kian dinamis. Kita dihadapkan pada permasalahan-permasalahan terkait pengembangan industri gula (baik di sisi on farm, off farm, maupun diversifikasi), biaya produksi, dan lain-lain," ujar Dwi yang juga Direktur Utama PTPN X. 

Diharapkan melalui pembahasan tersebut bisa dirumuskan solusi terbaik untuk permasalahan yang dihadapi industri gula nasional. (Red1, CIN_Sekper)

Posted in Berita

Terdapat 0 komentar