Mitratani Targetkan Penjualan Produk Hortikultura Rp 191 Miliar

Terbit pada Selasa, 11 Agustus 2015

Pendapatan dari Ekspor Kedelai Edamame dan Okra Rp 166,34 Miliar

JEMBER (April 2015)- Produsen aneka produk hortikultura berorientasi ekspor PT Mitratani Dua Tujuh menargetkan penjualan sebesar Rp191 miliar pada tahun ini, tumbuh 36 persen dibanding realisasi penjualan 2014 sebesar Rp 140 miliar. Mayoritas penjualan dikontribusi oleh ekspor yang mencapai Rp 166,34 miliar. Adapun penjualan untuk pasar lokal sebesar Rp 24,7 miliar. Mitratani Dua Tujuh adalah anak usaha PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X).

Direktur Utama PT Mitratani, Guntaryo Tri Indarto, mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan penjualan 9.395 ton berbagai macam sayuran, naik 36 persen dibanding realisasi 2014 sebesar 6.889 ton. "Mayoritas produk kami untuk pasar ekspor, yaitu 7.578 ton. Sedangkan sisanya 1.817 untuk pasar lokal. Sekitar 80 persen produk kami diekspor ke Jepang, sisanya baru ke beberapa negara lain seperti Australia, negara di Timur Tengah, dan Eropa," jelas Guntaryo.

 

PT Mitratani Dua Tujuh sendiri merupakan anak usaha PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X). PTPN X menguasai 65 persen saham Mitratani, sedangkan 35 persen sisanya dimiliki PT Kelola Mina Laut. Bisnis inti Mitratani adalah sayuran beku dengan fokus ekspor ke Jepang. Komoditas yang dihasilkan adalah kedelai edamame, okra, buncis, dan aneka sayur. Produksi terbesar adalah edamame yang merupakan penganan yang sangat diminati pasar ekspor.

Kedelai edamame masih mendominasi penjualan Mitratani. Ekspor edamame tahun ini ditargetkan mencapai 6.016 ton, naik 47 persen dibanding realisasi ekspor 2014 sebesar 4.097 ton. Penjualan ekspor lainnya datang dari komoditas okra dan buncis, masing-masing sebesar 1.386 ton dan 176 ton.

 

Guntaryo mengatakan, saat ini luas lahan panen yang dikelola Mitratani mencapai 1.051 hektare yang tersebar di Kabupaten Jember. Mitra Tani juga mempunyai lahan pembenihan di Bondowoso, Jawa Timur. "Tahun ini kami targetkan bisa memperluas lahan hingga 1.412 hektar seiring dengan target kenaikan produksi," jelas Guntaryo.

 

Guntaryo optimistis perkembangan pasar produk hortikultura Mitratani terus berkembang karena semakin meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya makanan sehat. Mitratani juga terus memastikan praktik budidaya yang berstandard internasional karena standard dari Jepang sangat tinggi terkait higienitas produk. Secara berkala, pembeli dari Jepang datang ke pabrik dan lahan Mitratani untuk memastikan semua proses produksi higienis dan bebas bahan kimia.

 

Saat ini, jumlah konsumen besar Mitratani untuk penjualan ekspor adalah 22 konsumen yang merupakan perusahaan dan distributor makanan besar di Jepang dan sejumlah negara lainnya. Mitratani terus berupaya melakukan diversifikasi pasar ekspor dengan membidik beberapa negara potensial di Asia dan Eropa.

"Kedelai edamame semakin diminati pasar internasional karena dikenal kaya nutrisi, non-kolesterol, dan bebas bahan kimia," kata Guntaryo.

Di pasar lokal, edamame juga semakin diminati seiring pertumbuhan jumlah kelas menengah di Indonesia yang cukup tinggi. "Kelas menengah adalah penyuka produk-produk pertanian berkualitas tinggi. Edamame dinilai mewakili produk pertanian tersebut, sehingga edamame banyak disajikan di restoran dan hotel berbintang," jelasnya.

 

Di dalam negeri, Mitratani mempunyai 21 konsumen besar yang kemudian didistribusikan ke supermarket, restoran, kafe, dan hotel berbintang di banyak kota besar.

 

Selain beragam produk hortikultura, Mitratani juga memproduksi 39 produk bumbu dan sayur siap saji, mulai dari bumbu rendang, sup, cap cay, perkedel, hingga bumbu sambal goreng. Bumbu dan sayur beku itu khusus dipasarkan ke perusahaan pertambangan yang terletak di pedalaman dan lepas pantai untuk konsumsi ribuan karyawannya. "Tahun ini kami melakukan diversifikasi produk dengan menggarap produk hilir edamame berupa sari edamame, baik dalam bentuk powder maupun siap minum. Pemasarannya menggandeng sejumlah ritel modern. Selain itu kami melakukan uji coba produk lain, seperti talas yang pasarnya cukup besar di Jepang," ujarnya.

 

 

Informasi Lebih Lanjut:

​PT. Perkebunan Nusantara X
Jl. Jembatan Merah no. 3-11
Surabaya 60175
Office : +62 31 3523143
Fax : +62 31 3557574
 

Posted in Press Release

Terdapat 0 komentar